Terjejal

bulanku tak berdarah bulanku menangis

hatiku keruh mataku tak menangis

mulutku rapat kelu terlupa cara

meneteskan air mata… tersumpal apa tak tahu

gundukan terjejal kalbu sesak muak

lebih perih dari rejaman duri

lebih pahit dari brotowali

genggam menggenggam serpihan kaca

berdarah tak terasa bermuram tak menyala

Ibu, aku berlaku kirimi aku pujimu demi janjiku

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s