Basah yang Lembut

Dia runtuh bergalon-galon seperti langit yang sedang ambrol

membawa dingin pada yang hidup dan mati

menentramkan api hati dan logika

Sesekali menari menghawatirkan nyawa yang bernapas

sesekali lembut merengkuh jiwa-jiwa yang ringkih

menguatkan mimpi-mimpi yang melapuk

jika ia datang ketika malam remang

iramanya syahdu memanggil rindu

mengulang pada yang berlalu

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s