Ternyata Cita-citaku menjadi Penulis

Hari ke 19 dibulan kampanye Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta. Aku tidak begitu tertarik mengikuti perkembangan kampanye capres ini, namun besok Minggu, aku harus jadi panitia diskusi capres menyoal “menuju Indonesia Inklusi.” Sedikit agak lelah, namun ketika sebuah perintah eh, tugas harus dilaksanakan. Bukan soal itu yang ingin aku bagi dalam tulisan ini.

Sahabat kata, aku berlatih membaca dan menulis sejak aku mengenal huruf mungkin sebelum aku masuk taman kanak-kanak. Aku menyadari soal diriku, sejak kelas satu aku rajin membaca di depan kelas, namun aku masih sering salah ucap contohnya begini “Si Manis Kucingku” aku membaca “Si Masin Kucingku” percaya atau tidak guruku SD dulu masih mengingat kejadian itu jika bertemu denganku. Bayangin aja berapa lama jeda masa yang telah terlewati, diumurku yang sudah seperempat abad ini. Sering salah menulis itu aku banget. Sampai saat ini aku rajin sekali menghilangkan atau mengganti huruf. Setelah kuperhatikan ternyata papaku juga demikian, dia sering menulis kata yang hilang huruf atau bahkan salah huruf misalnya begini “membaca” di tulis “membaja.” ini sedikit soal aku, tapi bukan soal ini juga yang hndak ku ceritakan :v, sabar ya sahabat kata.

ketertarikanku kepada seseorang, eh salah pada bahasa dan tulisan memang tidak mendadak. Sejak SD aku senang membaca di depan kelas baik sendiri maupun berdialog, menampilkan drama, monolog, menulis cerita pengalaman, puisi, dan pokoknya seluruh contoh tulisan sesuai materi pelajaran Bahasa Indonesia pasti aku kerjakan dengan semangat luar biasa lebih dari semangatku mengikuti pelajaran olahraga. Padahal teman-temanku mengenal aku lihai dan sangat antusias dengan olahraga. di SMA makin aku menyadari aku punya potensi, aku giat membuat cerpen walau cerpenku belum teruji kualitasnya tapi aku sangat senang melakukannya. Menghabiskan novel-novel Marga T, Cassanova “Dee”, Mira W, dan beberapa yang aku lupa, pujangga dunia seperti Kahlil Gibran dan William Shakespeare, buku-buku psikologi,  kesehatan, serta kriminologi.

Yah, membaca tidak pernah merugikanku kecuali aku harus menggunakan alat bantu, kaca mata. bukan salah aktivitas membaca namun kesalahanku yang mengabaikan kesehatan mata. Hal buruk yang selalu aku lakukan saat membaca seperti membaca di tempat yang kurang cahaya contohnya ke WC pun bacaan aku bawa, tengkurap, satu-dua jam aku bertahan fokus pada bacaan, dan tentunya jarak baca. Sahabat kata, membaca dapat memberikan sumbangan kesehatan, lho ya minimal mempertahankan kesehatan yang masih baik atau belum parah tapi kalian harus memperhatikan hal ini:

1. hindari tempat gelap saat membaca

2. membacalah sambil duduk dan setiap 15 menit biarkan mata memandang tanpa fokus. memandang tanpa fokus itu mata memandang jauh dan rileks.

3. jauhkan camilan dan minuman agar kalian dapat meregangkan otot kaki, tangan, dan menjaga kesehatan ginjal kalian.

Nah itu soal perjalanan membaca dan menulisku. Ada manfaat yang sangat luar biasa dalam diriku dari membaca dan menulis:

1. tanpa disadari perlahan aku memupuk rasa percaya diri

2. tanpa disadari juga aku dapat mengenal ilmu yang lebih banyak

3. banyak teman yang dikenal karena jadi sering dimintai pertimbangan atau sekedar diskusi ringan

4. pasti tambah rejeki

5. hampir tidak pernah mencari pekerjaan

6. Awet muda, hahah menurutku sih….karena kebanyakan orang mengira adikku yang selisih 2 tahun denganku dikira kakak perempuanku. hihihi

Sejak aku menikmati kegiatan membaca dan menulis aku terobsesi mampu melahirkan pekerjaan batin yang disebut karya tulis dan dibukukan. Aku mulai merangkai kalimat-kalimat dan berharap menjadi sebuah novel. Memang belum selesai, tapi setidaknya aku melahirkan satu skripsi. 3 artikel, dan entah berapa banyak puisi yang aku buat. tapi semua belum memberikan kepuasan. aku memang tidak akan pernah puas dengan tulisanku, agar aku tetap melakukan pekerjaan ini dan terus belajar. Tidak pernah aku lupa, Tuhan selalu memberikan rencana dan nikmatnya yang luar biasa. Dia memberi kesempatan padaku untuk belajar pada yang ahli, mempertemukan pada penulis-penulis hebat. Ilalang terbakar, Putut EA, Ishak Salim, dan lainnya yang dengan langsung mengajariku dengan sabar dan menyengkan walau kadang aku ngambeg jika di tegur. Abisnya nada tegurnya tidak dibungkus plastik. Aku lelah waktu itu, jadi mohon dimaafkan yak. 🙂

Sahabat kata, kadang kita terlupa dengan sisi lain dalam diri untuk bercita. Aku yakin, hal yang tidak disadari namun terus dilakukan justru akan memberikan dampak yang baik ketika dibutuhkan. Lakukan apa yang menurutmu baik dan tidak memberikan keburukan bagi yang lain, karena Tuhan akan memberikan kebaikan itu darimu untuk yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s