Setangkai Mawar #part1

Kilometer 0 yang penuh sesak, Mawar dan Adli kali kedua menghabiskan Sabtu sore bersama. Rinai hujan, sama seperti Sabtu dibulan lalu. Perjalanan yang tak pernah direncanakan, tapi entahlah kalau Adli memang merencanakan atau hanya sebuah kebetulan. Duh. 🙂

Hari Sabtu dan Minggu, hari yang selo untuk mereka. Perjalanan-perjalanan yang seru dirasakan begitu spesial oleh Mawar. Dua teman ini selalu berdua mengakhiri pekan mereka. Bukan teman yang baru kenal, 6 tahun yang lalu dalam pertemuan “profesional” menjadi awal segalanya.

-ooo-

Adli, sangat familiar dengan open source sedangkan Mawar sangat familiar dengan Microsoft. “Sudah pernah mencoba ayam merak kuning?” Tanya Adli sambil mengaduk isi cangkirnya. “Belum, apa enaknya dari Kapal Api?” Sahut Mawar setelah mencicip cangkir Adli yang seperti rasa kopi susu sachet. Angin malam menerobos jendela lantai dua coffee shop pertama yang mereka datangi. Bangunan bergaya Eropa sederhana dengan jendela lebar dan tinggi seperti ukuran pintu, kursi-kursi kayu gaya kuno saling berhadapan, tembok yang membiarkan batu-bata telanjang begitu saja. Bersih dan tenang. Jam dinding membiarkan jarum pendeknya menunjuk angka 11 dan yang panjang menunjuk angka 6. Lampu-lampu kota nampak riang.

Mawar, dua hari lagi dinobatkan sebagai sarjana perguruan tinggi keguruan di daerah segitiga tanah Jawa. Berbicara dihadapan mic adalah kebiasaannya. “Harusnya, malam ini aku pulang. tapi besok pagi jadwalku penuh pagi sarasehan, sorenya gladi resik, malamnya pelwis.” Gumamnya sedikit malas. “Sidane karo sopo?” Timpal Adli sedikit penasaran. “Ya.. Pak Lurah. Papa Ndundut kebagian Sabtu. Biar adil satu-satu.” Raut malas masih membayang di wajah Mawar yang juga lelah. Bibir Adli memanjang seakan menghibur. Bibir gelas yang dingin menyentuh mungil bibir Mawar yang semakin gelap.

“Kau tidak merokok?” Adli mulai mengalihkan pembicaraan.

“Tertinggal dalam tas, sudah beberapa hari ini aku lupa menyesap. Sehari paling dua batang.” Cerocosnya sedikit riang.

-ooo-

“Kami berteman sudah lama, tapi intim baru sekarang. Wakakakaka.” Jawaban Mawar yang mulai kebingungan jika temannya mulai bertanya siapa Aldi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s