MOOD IBU HAMIL BERISIKO PADA JANIN

oleh : Nunung Elisabet

ABSTRAK

Banyak perubahan yang dialami oleh ibu hamil mulai dari bentuk fisik sampai dengan hormonal. Perubahan keadaan ini apabila tidak dihadapi dengan positif dapat mengakibatkan depresi yang mampu mengubah pola makan sehingga berdampak pada kondisi kesehatannya sendiri dan janinnya. Kata kunci : depresi, pola makan, dan janin.

PENDAHULUAN

Setiap orang pasti menginginkan yang terbaik apa pun itu, termasuk orang tua yang menginginkan anak baik pula. Tak ada sesuatu yang buruk di dunia ini kecuai oleh tangan manusia karena sesungguhnya Allah pencipta yang sempurna. Begitu juga dengan penciptaan manusia di dunia ini. Maka peran orang tua sangatlah berat dalam mempertanggungjawabkan perannya untuk menjaga kesucian jabang bayi itu.

Dalam pembentukan janin pada trismester pertama telah dijelaskan :”Maka sesungguhnya Aku(Allah) telah menciptakan kalian dari debu(tanah), kemudian dari sperma(nuthfah), kemudian dari segumpal darah(‘alaqoh), lantas dari embrio(mudgoh) yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Aku menjelaskan bagi kalian. Dan Aku menempatkan makhluk baru itu di dalam rahim dengan kesehendak-Ku, sampai batas waktu yang telah ditentukan(dalam Lauh Mahfudz), kemudian aku keluarkan kalian dalam keadaan bayi.”(Q.S. Al-Hajj[22]:5).

Ada pun penjelasan secara biologis bahwa manusia memulai kehidupan saat peristiwa bertemunya sperma dengan sel telur, sedangkan secara psikologis kehidupan manusia dalam kandungan adalah saat janin bereaksi terhadap rangsang – rangsang dari luar(Rita Eka Izzaty,dkk:2008). (www.forumbebas.com)Untuk para ibu yang mengetahui bahwa dirinya hamil maka dianjurkan sebelum usia 120 hari dan sampai lahirnya jabang bayi itu selalu melakukan kegiatan positif yang bermanfaat untuk keduanya, antara lain : a). membaca Al-Qur’an; b). berdoa; c). berdzikir (Mengingat Allah dengan hati, lisan dan perbuatan); d). membaca shalawat; e). bersyukur atas segala hal; f). mengatur emosi saat ada hal yang kurang berkenan di hati; g). selalu berfikiran positif; h). menambah ilmu pengetahuan tentang agama, perkembangan dan kesehatan janin, persiapan melahirkan, nama-nama anak islami/yang baik dan pendidikan anak; i). memenuhi makanan bergizi, terutama untuk perkembangan janin agar menjadi manusia yang sehat, cerdas, sukses dan kuat; j). menjaga kesehatan dan keselamatan diri dan janin dengan berkonsultasi kepada dokter atau ahlinya; dan k). menghindari bid’ah yaitu hal – hal yang tidak sesuai dengan syariat agama.

Pada trimester pertama janin merupakan makhluk bernyawa yang artinya orang tua harus sadar tentang keberadaannya dan segala hak primernya sebagai makhluk Tuhan harus terpenuhi. Hak primer manusia atau lebih populernya adalah hak asasi manusia yaitu hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawa sejak lahir dan tidak membedakan bangsa, ras, suku, agama, dan jenis kelamin (Sunarso,dkk;2006). Hak asasi manusia yang merupakan pemberian Tuhan dari dalam kandungan ini tentu harus dipenuhi. Sehingga sedapat mungkin mengindari aborsi dan memberikan hak kepada janin untuk terus hidup dan berkembang.

Didik Hermawan(2004;78-79) bahwa setiap bayi pralahir mempunyai hak – hak yang harus ditunaikan. : a). hak saat janin menjadi sesuatu yang berjiwa untuk mengalami perkembangan pralahir tanpa gangguan; b). hak untuk mendapatkan gizi yang memadai untuk membangun akal dan tubuh yang sehat; c). hak untuk dilindungi dari racun dan toksin yang dapat menghambat perkembangan syaraf dan fisik; d). hak untuk mendapatkan lingkungan yang sehat di dalam rahim, bebas trauma fisik atau kebisingan, cahaya, atau stimulasi berlebihan yang membahayakan; dan e). hak untuk diterima sebagai individu yang hidup dan sadar sebelum dilahirkan. Maka dari itu diperlukan kesiapan mental yang baik pada ibu hamil agar perkembangan dalam kandungan dapat berjalan tepat waktu. Tepat waktu dalam artian tak ada waktu yang terlewati dan mendapat pelayanan yang sesuai serta optimal.

INTI

Secara medis dijelaskan bahwa perubahan suasana hati atau afek atau bahasa kerennya mood oleh Rusdi Maslim (2003;60) dijelaskan bahwa kelainan fundamental yang biasanya ke arah depresi(dengan atau tanpa anxietas yang menyertainya), atau ke arah elasi(suasana perasaan yang meningkat). Perubahaan mood biasanya disertai dengan suatu perubahan pada keseluruhan tingkat aktivitas, gejala lainnya bersifat sekunder terhadap perubahan ini, atau hubungannya mudah dipahami dengan perubahan tersebut. Saat gangguan mood ini menetap pada diri individu dalam waktu lama akan nampak perubahan dalam dirinya yang biasa disebut dengan depresi. Adapun gejala utamanya(tingkat ringan, sedang, berat), Rusdi Maslim (2003;64) menerangkan sebagai berikut: a). afek depresif; b). kehilangan minat dan kegembiraan; dan c). berkurangnya energi yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah dan menurunnya aktivitas. Gejala lain yang menyertai adalah a) konsentrasi dan perhatian yang menurun; b). harga diri dan kepercayaan diri berkurang; c). gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna; d). pandangan masa depan yang suram dan pesimistis; e). gagasan / perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri; f). gangguan tidur; g) nafsu makan berkurang/ berlebih. Hal ini akan sering ditemukan pada kondisi ibu hamil yang tidak mampu mengatatur emosinya sendiri dan karena perubahan alamiah atau secara hormonal yang menginginkan keadaan senyaman mungkin, namun lingkungan tidak mengiyakan keinginan tersebut.

Dampak depresi selama kehamilan meningkatkan resiko untuk menyakiti diri sendiri, pemakaian NAPZA, termasuk alkohol dan nikotin, juga akan memberikan peningkatan risiko pada bayi yaitu berat badan lahir yang rendah. Penanganan gangguan ini memerlukan pertimbangan dan evaluasi yang ketat. Bila diperlukan medikamentosa, diusahakan monoterapi dengan sangat hati – hati karena potensi risiko pada janin (Willy F. Maramis dan Albert A. Maramis;2009).

Dari uraian tersebut betapa merugikan perkembangan janin jika terjadi pada ibu hamil. Bukankah antara keduanya memiliki ikatan batin yang sangat kuat, sehingga emosi keduanya cenderung bekerja secara parallel(tabloid Nakita), tak heran jika ibu tenang tanpa tekanan maka janin akan merasa nyaman dalam istananya di rahim sana.

Ketegangan emosional atau keadaan mood yang kurang baik pada ibu hamil dapat mempengaruhi kenaikan aktivitas yang sangat mencolok pada janin. Betapa tidak, dalam perkembangannya janin memdapatkan suplay oksigen, zat – zat makanan dan hormon – hormon pertumbuhan melalui plasenta ibunya. Hormon adalah zat kimia yang ada dalam tubuh manusia. Fungsi hormone secara umum adalah mengendalikan kegiatan berbagai alat dalam tubuh, sehingga semua alat tersebut bisa melakukan tugasnya dengan baik. Fungsi lainnya adalah menyeimbangkan aktivitas metabolism dalam tubuh.(Imam Musbikin:2004).

Penelitian yang pernah dilakukan membuktikan bahwa ibu hamil dengan susunan syaraf otonom yang labil/tidak menentu mempuyai janin yang paling aktif. Janin yang aktif saat dilahirkan mempunyai berat badan kurang serta menunjukkan masalah – masalah makan. Syaraf otonom ibu akan bekerja saat ibu merasakan emosi buruk / badmood sehingga melepaskan zat kimia seperti asetilkolin dan epifin kedalam aliran darah. Keadaan ini menjadikan kelenjar – kelenjar endokrin seperti kelenjar adrenalin mengeluarkan berbagai jenis hormone dan terjadi modifikasi metabolism sel.( Rita Eka Izzaty,dkk:2008). Menurut penelitian Stott, 1957,1958(dalam monk,1992;disajikan dalam Perkembangan Peserta Didik,2008) menemukan bahwa kegoncangan psikis dalam dua bulan pertama dapat berdampak pada gangguan sentral, misalnya mongolismus/down syndrome/kembar seribu.

Jika hal ini yaitu ketegangan emosi terjadi saat usia fetal yaitu usia perkembangan prenatal terhitung dari dua bulan setelah konsepsi/pembuahan dan umumnya sampai tujuh bulan. Maka akan berdampak sindrom nafsu terhambat, yaitu sedikit aktivitas, sedikit spontanitas, umumnya terjadi suatu tingkah laku apatis. Dari ciri – ciri yang menunjukkan hambatan sindrom nafsu menjadikan janin saat lahir berpeluang tumbuh menjadi anak withdrawl/menarik diri dari lingkungan sosial Berat badan kurang saat lahir tidak hanya dimungkinkan karena sosial eknomi yang rendah. Namun juga efek dari depresi yang mengurangi nafsu / pola makan ibu sehingga asupan gizi pada ibu dan janin tidak terpenuhi. Sebaliknya efek depresi yang meningkatkan nafsu makan ibu berakibat obesitas pada ibu dan janin. Bukan rahasia bahwa obesitas rentan terhadap penyakit. Jadi, efek selanjutnya adalah ancaman diabetes melitus yang dapat menderita organomegali yaitu berat badan lahir di atas 4000 gram, hipertrofi dan hyperplasia sel beta pankreas janin, dan gangguan metabolic pada neonatus. Pada ibu diabetes yang tidak dipantau dengan baik, beresiko janin mati dalam kandungan, lahir premature, dan lahir dengan cacat bawaan.(Soetjiningsih:1995)

Gangguan metabolisme lain yang diakibatkan oleh defisiensi vitamin melokalisasi proses patologis di berbagai daerah di otak menentukan gejala neurologis serta melepaskan gejala gangguan jiwa. Hal ini tergantung pada bagian otak yang paling terkena yang ditentukan pula oleh jenis vitamin yang relatif paling kekurangan (Willy F. Maramis dan Albert A. Maramis;2009). Anoksia/hipoksia/menurunya oksigenasi janin melalui gangguan pada plasenta dan tali pusat selain mengakibatkan BBLR bahkan dijelaskan juga ibu yang menderita toksemia saat hamil beresiko melahirkan bayi KMK, prematur, dan kematian intrauterin(Soetjiningsih:1995). Selain itu juga beresiko anak dengan ADHD (Attention Deficit and hyperactivity Disorder) mengingat bahwa oksigen sangat diperlukan dalam aktifitas otak. Jadi, saat otak kekurangan oksigen, otak akan mengurangi aktifitasnya dan jika terjadi gangguan pada plasenta dan tali pusat maka akan mempengaruhi metabolisme dan aliran darah dalam area otak tertentu pada janin.

Kaitannya sebagai berikut seperti yang terungkap pada Basic Information on ADHD(Sandra F R,2008).

1. Akifitas yang kurang dan rendahnya metabolisme dalam area otak tertentu. Kajian menghitung banyaknya aktifitas elektris, aliran darah, dan aktifitas otak dapat mengakibatkan perbedaan antara ADHD dan kelompok control tanpa ADHD. Pengukuran tingkat aktifitas dalam area otak tertentu (sebagian besar area frontal dan ganglia basal). Bahwa area ini beraktifitas rendah dalam melaksanakan pengendalian tingkat aktivitas, impulsifitas, perhatian, dan fungsi pelaksanaan. Metabolisme glukosa yang rendah (sebagai energi otak) dalam area frontal. Pengukuran aliran darah menuju area otak berhubungan dengan ADHD. Sedikitnya aktifitas elektris dalam otak adalah sebagai area kunci. Perbedaan aktifitas otak dan tes rekaman imajinasi dapat digunakan untuk mengidentifikasi sebagai contoh, menggunakan Magnetic Resonance Imaging/ MRI, Single Photon Emissional Computed Tomography / SPECT ,Positron Emission Tomography / PET, dan Electroencephalograms (EEGs). Meskipun tes imajinasi dan bagian otak lain dapat digunakan dalam penelitian ADHD, hal ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk mendiagnosa ADHD. Namun hal ini dapat digunakan sebagai pendukung/pemantab dalam pendiaknosaan.

2. Ketidak seimbangan / defisiensi senyawa kimia dalam neurotransmiter. Berikut adalah fakta ilmiah yang secara ilmiah mendekati keterkaitan ADHD dengan defisiensi, ketidakseimbangan, atau ketidakefisienya kandunga kimia dalam otak (neurotransmitter) bahwa efek pada area otak tertentu berkaitan dengan ADHD terutama pada korteks prefrontal. Kedua neourotransmitter terkait dalam ADHD adalah dopamin dan neroeprinefrin, dan tingkatan keduanya dalam mempengaruhi area otak adalah dipercaya dapat mempengaruhi perhatian, penghambat/inhibisi, motivasi, dan aktivitas motorik. Neurotransmiter adalah pesan kimia kepada otak. Neuron-neoron ini tidak terhubung pada otak karena adanya gap antara keduanya. Neurotransmitter membantu membawa pesan antara kedua neuron dalam pelepasannya sampai synapse dan kemudian berulang atau kembali lagi sekaligus bertabrakan dengan pesan pada salah satu neuron. Hal ini dipercaya kaitannya dengan ADHD, senyawa kimia otak (dopamin dan neuroeprinefrin) tidak dapat secara efisien melepaskan dan bertahan cukup lama dalam synapse saat melakukan tugasnya dalam area dan jalannya dalam aktifitas otak. Obat stimulan untuk ADHD dipercaya dapat memperbaiki kerja normal dari neurotransmitter dalam otak dan meningkatkan tersedianya dopamin dan neuroeprinefrin di dalam kegiatan area otak.

3. Keberadaan toksin tertentu saat dalam kandungan. Adanya kaitan antara suasana kehamilan dengan beberapa toksin/racun dan ADHD. Kandungan tertentu pada konsumsi ibu hamil atau pengaruh pertumbuhan janin untuk diyakini meningkatkan faktor kerugian dan mungkin berkontribusi dalam menyebabkan ADHD pada beberapa anak. Kandungan tersebut adalah alcohol, nikoton rokok, dan tingginya kandungan timah. KESIMPULAN Dari uraian panjang diatas dapat disimpulkan bahwa akibat dari badmood mampu memberikan resiko terhadap kenyamanan, kesehatan, dan keberadaan janin. Hanya berawal depresi terkait pada pola makan mampu berkontribusi menciptakan kecacatan pada janin bahkan sampai pada kematian janin. Untuk itu penting adanya menejemen stress/pengendalian mood pada ibu hamil.

DAFTAR PUSTAKA

Al – qur’an dan Terjemahannya. 2005. Bandung;CV. Penerbi J – Art.

Hermawan, D. 2004. Bahagia Menjadi Ibu. Surakarta: Insani Press.

Izzaty, R E, dkk. 2009. Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY Press.

Maramis , W F. dan Maramis, Albert A. 2009. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa Edisi 2. Surabaya: Airlangga University Press.

Maslim, R. 2003. Diagnosa Gangguan Jiwa, Rujukan PPDGJ. II. Jakarta: Nuh Jaya.

Musbikin, I. 2004. Panduan Bagi Ibu hamil & Melahirkan. Yogyakarta : Mitra Pustaka.

Rahayu, U S. 2010. Perkembangan Trimester II dan III. Tabloid Nakita : Edisi 15 – 21 November 2010.

Rief, S F, M.A. 2008. The ADD/ADHD Checklist A Practical Reference for Parents and Theachers – 2nd Edition. Publised by Jossey – Bass.

Soetjiningsih, SpAk., dr. 1995. Tumbuh Kembang Anak. Buku Kedokteran EGC

Advertisements

2 thoughts on “MOOD IBU HAMIL BERISIKO PADA JANIN”

  1. ini keren mbak Elzha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s