Dua bulan yang lalu, aku berjanji padanya akan menemani ke rumah sakit. Sampai detik ini belum juga aku mendampinginya. Ia adalah lelaki milenium yang tak pernah pipis dari anunya. Nah, malam ini adalah malam ke dua ia mengirimkan pesan permintaan padaku setelah dua bulan yang lalu ia menginginkan namanya disebut di puncak Prahu. Senin, 20 Juli 2015 ia mengirim pesan via BBM

7:47 PM

Saa

Mks wktu itu udh pernh panggil namaku di prau

J

Akhirnya td sampe dieng jg

8:13 PM

Alhamdulillah…

Syelamat

Besok pagi aku ke watu kodok

8:14 PM

Iyaaaa

Jd nya sama siapa?

Ogt

8:14 PM

Aku mempercepat jadwal krn ternyata maksimal tgl 5 agustus

Sama radit, temenku fotografer

8:15 PM

Iyaaa2

Hati2 yaaa

Lancar2 semuanya

8:15 PM

Siap

Aamiin

8:17 PM

Saaa

Aq boleh minta 1 hal terakhir?

8:17 PM

Kok terakhir

Apa sih

8:18 PM

Kalau misal aku “pergi” duluan…tolong, bukunya tetep di tulis ya…bukunya nggk penting bagiku…yg paling utama, buku itu bisa menjadi penyemangat “org lain”…

Mksh yaa Saa

8:22 PM

Iya pasti don, pasti aku tuliskan. Tapi, kamu juga harus bicara ketika buku itu selesai

Aku tertahan, kuletakkan ponselku dan menutup kedua mataku dengan kedua tanganku, mataku basah. Hatiku gemetar.

8:30 PM

Don, aku belum kelar mempelajarimu, jadi kamu harus bertahan. OK. Kamu gak tega                     toh kalo aku nangis. Jd jangan buat aku nangis

Pokok e sepulang dari watu kodok aku akan menemuimu

8:31 PM

Iyaa

Tepat pukul 21:15 aku mengutip percakapan ini. Aku berjanji padanya ketika lebaran hendak main ke rumahnya, namun kemarin Minggu, ia bersama keluarga tengah melancong di Malioboro. Aku tertahan. Melalui whatsapp ia bertanya padaku

Saa, warna kesukaanmu apa?

Merah sama item

Aku belikan sesuatu untukmu

Gelang owl

Wah.. suka, makasih ya don.

Aku dan ia memang baru saja saling mengenal dan tidak sulit bagi kami untuk akrab. Setiap aku punya waktu luang aku mengunjunginya di opis (sebutan untuk kantor Jogja Up date) sekedar bercengkrama tak penting sampai aku curhat habis-habisan soal pribadiku. Kadang ia bilang kamu galau terus, sa, kapan nulis soalku. Sontak aku tertawa keras. Aku menjawab dengan enteng, nanti kalau aku sudah mengenalmu.

Kalau aku kelelahan dan kesehatanku drop, dia sangat cerewet padaku. Ia sering menyuruhku menenggah sebotol tanggung minuman berion yang direkomendasikan oleh dokternya saat aku mengalami diare. Ia jelaskan beberapa jenis obat diare yang sebenarnya tidak mempan. Sa, banyak minum air putih, makan dan istirahat uang cukup, kamu harus jaga kesehatanmu lho.

Ya, percakapan-percakapan kecil yang tak pernah ku sangka dari seorang doni, lelaki milenium.

….. nantikan cerita selanjutnya, ya…. Aku menulis ini karena aku gak ingin kehilangan pesan keramat ini.

Advertisements