Tok..tok..tok.. suara dari balik pintu kamar.
“Ya, masuk..” jawab Soraya sambil membetulkan jilbabnya.
Pagi ini cukup cerah dan bergairah. Setelah absen dari pekerjaan sehari kemarin, Soraya siap kembali menjalani aktivitas di kantor.

Daun pintu terbuka, ada seorang perempuan di balik pintu. Rambutnya yang lurus terurai, “Oh, di sini, tho,” ucapnya sambil tersenyum kemudian kembali menutup pintu kamar. Wajahnya berias, matanya yang bulat bergaris tegas.
“Iya, ” jawab Soraya dengan sedikit bingung, “Nyari mas, ya, ada di belakang.”
Kemudian tak ada jawaban lagi.

Soraya kembali membetulkan jilbabnya. Em, siapa ya dia tadi? kok wajahnya gak asing. Ah, mungkin kawan atau anaknya pemilik kontrakan, tapi kok ketok pintu langsung membuka, duh. Ah biarlah. Soraya selesai berkemas-kemas dan siap berangkat ke kantor.

“Pah, pah,” ucapnya lembut. Tidak ada jawaban.

Soraya membuka pintu kamar, Sinar pun membuka dari luar.
“Pah, tadi ada cewek masuk ke kamar, siapa?” tanya Soraya sambil membetulkan ransel di punggungnya.
“La, siapa? kamu kenal gak?” ucap Sinar yang tak kalah bingung.
“Siapa ya? itu sepertinya kawanmu, Asoka.” Soraya mengingat-ingat sambil mengenakan sarung tangan warna ungu, ” Ngapain juga pagi-pagi datang ke rumah orang,” ucap Soraya sedikit dongkol.
“Dia mau nitip barang untuk teman.” timpal sinar sambil duduk di atas kursi ruang tamu.

“Hehehehehe… Kaget aku, lupa-lupa ingat abisnya gak pakai jibab, dulu kan dia pakai jilbab. Sebenarnya aku ngefans lo sama dia, abisnya cantik, kaya artis,” ucap Soraya sambil mengenakan masker ungu. Sarung tangan, dan masker warna ungu serasi dengan kaos kaki dan celana panjang yang terbuat dari kain jeans.

“Artis apa?” ucap Sinar heran, masih dalam posisi duduk diatas sofa warna hijau.
“Ah, itu artis FTV, nanti aku kasih tahu namanya, aku sedikit lupa,” Soraya mengarahkan pandangannya pada Sinar. “Aku berangkat dulu ya, Pah,” pamitnya dengan akhiran kecupan di pipi kanan Sinar.
“Iya, hati-hati, ya.” ucapnya sambil mengantar Soraya sampai pintu depan.

Advertisements