30 Desember 2014

Salam Inklusi, Sahabat Kata!!!

Kali ini aku memberanikan diri untuk berterima kasih pada puluhan manusia mulia yang bergabunng pada sebuah gerombolan Laskar Inklusi. Penghujung 2014 menuju tahun para kambing kayu. Mau tidak mau bisa tidak bisa tahun 2015 pasti kita jumpai. Jombo atau tidak bukan hal yang berarti. Mari sahabat kata kita lupakan soal cinta manusia dalam konteks hubungan sebuah pasangan. Tidak akan mati mendadak kok kalo tetap jomblo di awal tahun. Yakin, ya… Iya aja. Soalnya aku punya banyak sahabat yang super asik dan tak kalah menarik dari lawan jenis. Kata JOMBLO telah menyita banyak pikiran kaum muda untuk dapat move on atau sebagaian lebih menyebut move up. Bacalah hurufku, sahabat kata semoga kalian menemukan hal lain selain bahasan soal JOMBLO. Aku memulainya:

Aku sudah lupa atau memang sengaja aku lupakan pada sebuah sore. Sore itu cukup cerah, seharusnya aku menyapa mitra sigab via radio streaming sigab. Sore yang bagitu cukup melelahkan namun memaksa jemariku menekan tombol angka dan menghubungi mereka untuk mengatur kencan pertama kami.

Sahabat Kata, aku sedikit menjebak mereka dalam hubungan ini. Aku memaksa mereka menamai diri sebagai laskar inklusi. Bukan tanpa alasan… Sebuah pertemuan kemanusiaan yang telah kami lalui sayang rasanya jika tidak dikukuhkan dan mencari eksistensi diri. Bukan untuk narsis. Bukan.

Empat hari kami saling bersinggungan, ternyata tumbuh cinta dan rindu. Ya, tentunya tidak terbatas pada beberapa pasang yang sudah jadian. Lebih dari sekedar itu, walau aku tahu ada yang saling kode, tapi itulah manusia. Tidak mungkin kalau tidak bersama. Wajar. Cinta dan rindu makin lama makin menggebu. Aku tak rela jika cinta dan rindu itu kaku. Maka aku mengharap silaturahmi atau ngetrendnya berjejaring tetap terjalin. Selain ketakutan soal kekakuan cinta dan rindu aku bermaksud untuk bisa berbalas budi pada apa yang sudah mereka berikan. Peluh, waktu, tenaga, pikiran, finansial, perasaan, yang tak pernah bisa diwakili oleh apapun mereka berikan pada gerakan yang sudah kami lakukan bersama, Temu Inklusi.

Sahabat Kata, kalain pasti penasaran tentang sosok-sosok manusia mulia yang tak bisa ku sebutkan satu per satu dalam tulisan ini. Sahabat kata dapat berkenalan langsung dengan mereka dengan mengakses group FB Laskar Inklusi. Oh, iya, aku lupa menyampaikan apa itu Laskar Inklusi. Laskar Inklusi pada awalnya muncul sebagai sebutan pada pegiat inklusi. Komitmen kami dengan adanya beberapa wadah komunikasi seperti group fb, twitter, dan whatsapp dapat mempererat silaturahmi dan mempermudah transfer ilmu serta pengalaman satu dengan yang lain.

Lagi lagi bicara soal cinta dan rindu yang tak aku relakan menjadi kaku karena tak mungkin layu. Kami merencanakan sebuah kencan bulanan untuk memelihara cinta dan rindu karena imajinasi kami liar selalu ingin dilampiaskan. Dahsyat bukan, ikatan di antara kami. Aku saja hampir pingsan, eh tidak maksudnya hampir tak percaya hanya dengan 4 hari bersinggungan apalagi kalau sebulan bisa jadi banyak pasangan baru bermunculan #eh. Akhir itu menyenangkan karena kita akan memulai yang baru, bersama.

Itulah keseruan akhir tahunku, Sahabat Kata. Semoga Akhir tahun kalian tetap bahagia dan membawa manfaat. Selamat membuka lembar baru.

Advertisements