Rencana sederhana untuk bisa bermain sepatu roda dipagi hari kemudian berenang disore hari, gagal sebagian. Bangun kesiangan karena keletihan dan punggungku yg sakit mengharuskanku tetap tinggal di kamar dan segera menyelesaikan pekerjaan kantor hingga mentari tepat di atas genting kamarku. Hari masih tersisa, tak ingin gagal kedua kalinya. Senja tak kubiarkan berlalu begitu saja. Berenang di UNY cukup mengisi senjaku hari ini. Apalagi ada Emma Anggraeni , menggantikan mbak Murni yang gagal membersamaiku karena harus bekam.

Ternyata renang belum cukup mengobati sakit punggung, aku menawarkan kepada emma bagaimana kalau kita lanjut bilyard. Emma menyambut dg antusias. Tiga jam kami bermain bilyard, emma mulai bermenikmati permainan meskipun dia hanya dapat 5:10 dariku. Dia berkata, “aku mulai ketagihan main bilyard, ternyata lebih menyenangkan dan daripada karaoke.”

“Ya,” jawabku. Tapi yang pasti bagiku semua mengasyikkan. Aku lebih memilih bilyard daripada karaoke yang justru lebih cenderung pada perilaku hedonis kata mas Mohammad Syafi’ie, di lain pihak ada yang berkata mbok ngajari ngaji daripada ngajari bilyard. Okay semua ada benarnya, bukan berarti bilyard tidak bermanfaat. Sekarang ada empat hal yang perlu dibedakan, Renang, karaoke, bilyard, dan mengaji.

Renang, hanya memerlukan biaya 5000-15.000ribu rupiah sepuasnya belum dengan pesan makan. Kalau kegiatan ini tidak perlu dibahas yang pasti olah raga ini banyak manfaatnya. Kalau pengalamanku sih sebagai pengobat sakit puggung dan memperpanjang napas. Hari ini adalah latihan kali ketiga dalam sebulan. Aku sudah mampu menempuh jarak dari ujung timur hingga ujung barat kolam renang UNY tanpa berhenti (pokok e panjang, tepatnya berapa meter mungkin anak FIK UNY lebih tahu).

Karaoke, memerlukan biaya 40.000-60.000 rupiah/jam belum sewa LC (bagi yang sewa) atau pesan makan. Manfaat: latihan vokal, keringetan karena berdendang dan atau bergoyang, senang. Kerugian: Boros jika hal ini dijadikan rutinitas wajib tiap bulan, untuk hemat maka karaoke di rumah saja.

Bilyard, memerlukan 20.000rupiah/jam belum tambah menu. Manfaat: melatih otak untuk berpikir dan menyusun strategi, untuk kesehatan punggung (karena saya mendapat manfaat ini), senang. Kerugian: Boros jika dilakukan setiap hari, tapi bagi perempuan bisa cari hari yang “free for ladies” dan itu hanya hari tertentu dalam sepekan, lebih irit dari pada karaoke.

Mengaji tidak bisa disandingkan atau dibandingkan dengan karaoke atau pun bilyard. Tapi perlu di ingat, mengaji tidak perlu melulu tentang Kitab atau pun hadis. Mengaji kehidupan sosial dan fenomena alam itu juga perlu lho. Meskipun kita tidak boleh lepas dari Kitab dan mengaji harus ada guru. Guru ngaji pun harus lebih dari satu agar ada ilmu pembandingnya (biar gak fanatik).

Empat kegiatan di atas boleh dipilih sesuai keinginan hati, yang penting tidak berlebihan dan justru membawa petaka. Kegiatan renang, karaoke, bilyard menurutku semua memiliki unsur olah raga, dan bisa disusupi kegiatan mengaji. Mungkin kalian punya pandangan lain mengaji sambil olah raga seperti apa, boleh lho share di sini. Tapi jangan pernah membandingkan antara mengaji dengan karaoke/bilyard seakan-akan memberikan penilaian positif-negatif.

Tulisan ini mengakhiri aktifitasku diHari Minggu yang basah.

Advertisements