Lelakiku, hari ini sungguh cerah, Apakah langitmu secerah langitku? 

Apakabar kamu hari ini? Berhasilkah kamu bertemu dengan rinduku semalam? Kalau pun tidak tak perlu khawatir karena setiap apa yang aku hembuskan adalah rindu untukmu. Sayang, masa itu mendekat. Kamu tak perlu ragu atau pun takut. Aku sudah melihat itu dikejauhan hari. 

Lelakiku, jika waktu masih milik kita, pasti kita akan berjumpa lagi. Entah di mana kita akan bertemu. dalam kondisi yang mungkin jauh berbeda. Melepasmu dalam waktu yang tak tentu itu bukan mauku. Berjauhan denganmu walau sehari saja sungguh aku tak mampu. Tapi aku percaya rinduku bisa mencumbu kapanpun ia mau. Ada sang bayu yang setia mengantarai kita. Ada rembulan yang senantiasa membiaskan wajah kita. dan Ada mentari yang selalu menghangatkan cinta kita.

Aku tahu, kamu tak ingin mengecewakan apalagi menyakitiku. Sikapmu yang sering terlihat menahan sesuatu selalu nampak dari pupil matamu. Kamu lupa? kamu kan tidak pernah bisa berbohong kepadaku. Aku sangat memahami itu. Kamu tak ingin aku larut dan semakin tenggelam dalam cintamu. Tapi bagiku mengenalmu hingga memutuskan mencintaimu bukan hal yang sia-sia bagiku. Tapi aku akan sangat sedih ketika kamu memintaku untuk berhenti mencitaimu dan membuang semua kenangan kita. 

Sayang, jika ini soal waktu dan tempat, semua hanya tersekat labirin setebal kulit ari.

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements