Selamat malam lelakiku, semoga kamu belum terlelap, dan  Tuhan tak lupa memerintahkan malaikat untuk menjagamu. 

Lelakiku, yang menurut kebanyakan orang kamu ganteng. hihihi. Dari kejauhan aku memandang bias wajahmu pada rembulan. Senyumlah, jangan menambah gelap malam ini. Sayang, coba buka pintu, sambut rindu yang kutitipkan pada angin, dan biarkan ia puas mencumbumu. Senyumlah bersama rinduku. tapi senyumnya dibatin aja ya… malu kalau kelihatan orang lain.

Kekasihku, kau tak lupa makan malam ini kan? aku khawatir cacing-cacing perut protes dan menggigitmu. Aku tak mau kamu terluka. Yah, walau aku tahu kamu kuat menahan lapar, tapi ini demi kesehatanmu. Seharian tadi kamu ngapain aja? tak ada satu pesan pun mampir di ponsel pintarku. Mudah-mudahan kamu memang sedang sibuk bukan untuk perempuan lain. hemm, tak perlu mengubah ekspresi wajahmu, aku hanya bercanda sayang.

Atau… jangan-jangan sedang ada masalah baru menghampirimu? Mudah-mudahan cepat terselesaikan ya. Semua hanya karena waktu. Kau masih ingat ucapanku kan? Bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluar untuk menyelesaikan dan Tuhan tidak akan pernah memberikan masalah yang melebihi kapasitas hambanya. Diterima dan dijalani jangan pernah berhenti untuk berusaha. 

Sayang, setiap dari kita adalah pemimpin dan petarung terhebat dalam hidup masing-masing. Seburuk apa pun orang mencaci belum tentu mereka mampu menjadi kamu seperti saat ini. Lelakiku, keep fighting! semoga kamu tak merugi dengan berhianat pada hening malam. Orang yang merugi itu adalah orang yang tak mampu mengambil hikmah dari setiap masalah yang dihadapi. kemudian ia akan jatuh pada lubang yang sama. 

Okay, mungkin terlalu panjang aku mengguruimu sayang, tapi bukan itu aku hanya berusaha mengingatkan saja semoga kamu juga tak lupa tentang semua ini. 

Sudah mulai larut sayang, istirahatlah. Semoga esok lebih indah. Al-fatihahku bersamamu. 

 

Advertisements