Setelah empat bulan menjadi mantan mahasiswa, rasanya diri ini makin haus saja. Keinginan disertai dengan tekad untuk terus istiqomah dalam belajar dan beribadah ternyata membutuhkan space otak yang lumayan banyak, sampai-sampai hati ini juga ikut galau. #eh.

Belajar agama, menulis, Bahasa Inggris, olah raga, Olah hati #ups, dan belajar lintas disipliner, serta beberapa ketrampilan lain. Rasanya murka sekali diri ini. Tapi Allah maha mengerti sebelum aku meminta kepadanya satu per satu keinginanku dipilihkan jalan yang “wow” ternyata sangat memudahkanku untuk mewujudkan seabrek keinginan itu. Berkawan dengan banyak orang dan perbedaan justru membuat keindahan dalam hidup dan kebermanfaatan luar biasa.

Disiplin adalah target utama untuk bisa menepati jadwal baru. Sepertinya aku memang rindu segudang kegiatan seperti waktu sekolah dan kuliah. Ini juga demi kesehatan agar tidak begadang. hahaha, tapi sepertinya akan sama saja. Tak apalah yang penting aku punya rutinitas yang terjadwal. (Tubuh sakau akan jadwal kegiatan)

Tak mudah tergoda adalah hal terberat nomor dua. godaan seperti karaoke, bilyard, ngopi atau minum coklat panas, dan sekedar diskusi ringan bersama teman itu sungguh tawaran menggiurkan. Maka jadwal harian harus dibuat mulai sekarang. Belum lagi kalau ada sms atau telpon “Dek, gak pulang?” Duh, ini harus dijawab “Siap.”

Dua hal di atas pasti akan terwujud jika aku sudah menginginkan target dari setiap keinginan. untuk itu perhitungan waktu dan hasil dari setiap kegiatan sudah tergambar jelas (bukan lagi sketsa) di benakku. Cara menggambarnya bukan pakai pulpen atau pensil tapi dengan memikirkan setiap saat merasa bengong. Pikir, pikir, dan terus pikir, hingga secara tidak disadari mimpi olah raga atau sekedar mimpi ziarah, atau pun siaran dengan bahasa inggris, dan kadang ngelindur pakai bahasa inggris yang lancar dan benar. Setelah buka mata lupa tadi ngomong apa. Xixixixixi.

Betapa indahnya duniaku ini. Yah, syukur dengan selalu berusaha belajar kuncinya. Apalagi sesuai keinginan. Ok sahabat kata, sepertinya hasrat menulisku sudah tersalurkan. Tahukah kamu bagaimana rasanya? Sungguh nikmat seperti di pelukan pacar. hahaha (mengkhayal). Mudah-mudahan tulisan ini bisa menghibur di waktu senggang kalian. Sampai jumpa di barisan huruf selanjutnya.

Advertisements