Setiap tahun Kau pertemukan aku dengan masalah dan suasana berbeda, Kau naikkan derajad ujian hidupku kemudian Kau tambahkan nikmat dan pengetahuanku. Ajaranmu yang lembut Kau titipkan pada setiap yang hidup dan mati. Tiada luka dan bahagia tanpa pesan kehidupan. Setiap napas yang tak pernah bisa ku balaskan dengan kekhusyu’an sujudku bukan alasanMu mengurangi jatah kenikmatan hidupku Ramadhan ini.

Aku tak bisa menghargai pukulanmu sore itu, Kau ambil tarantula yang Kau pinjamkan padaku. Bukannya aku bersyukur dan merelakan HakMu justru aku tersedu menahan kerelaan. Aku lupa segala milikku adalah milikmu Mutlak. Lagi-lagi, Kau menyapaku lembut. Kau kirimkan dingin di setiap malamku dan membiarkannya memelukku erat. Kau tuturkan ajaranmu lewat tutur akrab sahabat-sahabatku.

Engkau Yang Maha lembut, jagalah mereka untukku, jangan lagi kau pisahkan aku dengan yang saling menegur. Bukankah Kau jadikan kami saudara? dan mereka telah mendekatkanku kepada Mu? Yang Maha Penguasa, pemilik hati setiap manusia, berlaku ikhlas itu sungguh mudah, tapi aku perlu belajar selama 5 tahun. Kekuatanku memang tak pernah bisa mengubah keputusan dan takdirMu, Walau sekeras batu aku bertahan. Aku alpa, batu terkikis dengan tetes air dan karang habis karena ombak. Semua Indah!

Riak-riak kehidupan bukan sebuah kebencian Tuhan kepada hamba, bukan pula kutukan yang menyiksa. Sesungguhnya itulah ayat kehidupan agar manusia belajar. Belajar untuk sesama, belajar untuk Tuhannya, dan belajar untuk alam raya. Kemudian Ikhlas dan syukur mewujud mendarah daging dalam hidup. Ringan!

Alhamdulillahirabbil’alamin, Segala puji bagiMu Tuhanku pemilik Alam Raya.
Telah Kau cukupkan nikmatMu pada napasku di RamadhanMu yang indah ini. Pekerjaan, persahabatan, tawa, tangis, keluarga, dan segala nikmat yang tak terhingga telah Kau indahkan.

Sahabat kata, Minal ‘Aidzin wal fa Idzin Mohon maaf lahir dan batin, semoga engkau capai beberapa nilai luar biasa di Ramadhan kalian tahun ini. Aamiin.

Advertisements