Aku masih menemukan orang yang mengira diriku mualaf atau Nasrani. Lebih geli lagi, ketika mereka berbicara dakwah di hadapanku, bahkan aku dibentak “kalau tidak mengerti Islam diam saja.” 🙂

Bukan masalah berarti penilaian seseorang terhadapku apalagi memang namaku lazim digunakan oleh Umat Nasrani. Aku memang masih bodoh soal Islam maka dari itu aku terus belajar hingga kini. Kesempatan ini, aku akan berbagi (lagi) soal maksud dari nama ku.

Sahabatku yang memegang Injil dalam hidupnya, mohon dikoreksi perihal pengetahuanku ini:
Elizabeth adalah seorang istri dan juga ibu nabi. Entah dikitab kalian disebut apa, kalau di Al-Qur’an, Elisabeth adalah istri dari Nabi Zakariya. Zakariya adalah Paman Maryam ibu Isa (Maria Ibu Yesus). Zakariya dan Elizabeth menikah sudah lama dan dikaruniai anak ketika umur Elizabeth sudah udzur sepertinya sekitar umur 80an tahun. Ketika malaikat Jibril mendatangi Maryam dan mengabarkan tentang kehamilan Maryam tanpa suami, Jibril juga menceritakan perihal kebesaran Allah yang memberikan anak kepada pasangan Zakariya dan Elizabeth diusia senja mereka, sehingga tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Anak yang lahir dari pasangan Zakariya dan Elizabeth diberi nama Yahya, iya juga seorang Nabi. Di kitab lain disebutkan Yahya bernama Yohanes dia yang membabtis Isa atau Yesus.

Sahabat kata, Menurut orang tuaku kata Elisabet (ejaan namaku yang benar, walau kadang diganti dengan elizabeth/elizhabet/aku sendiri suka dengan elisabeth. Mungkin waktu itu papaku tidak tahu ejaannya) di ambil dari nama seorang “atlet lari” kata mamaku yang sering menjelaskan asal usul namku kepada orang lain,”Harapan dari papanya biar dia (aku) juga bisa jadi atlet lari, sehat, dan berprestasi.” Walaupun mimpi itu hanya sampai di tingkat sekolah saja, dulu. kalau sekarang sudah gak kuat untuk lari 🙂 dan berprestasi pada bidang yang lain.

Aku sebagai penyandang nama berusaha mencari sendiri makna namaku. Nama adalah sebuah do’a. Aku juga pernah membaca “berikanlah anak-anakmu nama yang indah lagi baik.”
Aku juga datang kepada orang-orang yang mengerti perihal nama yang baik, kata mereka bukan berarti harus diambil dari bahasa arab, tapi sebuah nama yang mengandung maksud yang baik dan jika dirangkaikan nama itu tidak menimbulkan pencitraan buruk (pencitraan, terbawa hawa pemilu :v). Aku membaca Surat Ali Imron bersama-sama teman ketika duduk di kelas 3 SMP di dalam kelas, ketika itu temanku bernama Fadilla menunjukkan kata Elizabeth dari terjemahan Ayat yang kami baca, tapi aku lupa ayat keberapa dari Surat Ali Imron, karena di Al-qur’an terjemahanku tidak aku temukan. Tapi aku yakin, Fadilla tidak kelliru karena dia merupakan anak dari seorang yang mengerti agama juga. pencarianku tidak berhenti, ketika aku Kuliah semester 3 dan mengikuti Kajian An nisa’ aku meminjam buku fasilitatorku kurang lebih judulnya wanita-wanita apa gitu, lupa, isinya membahas Aisyah (Istri Fir’aun), Maryam (Ibu Isa), Katidjah (Istri Muhammad), dan satu lagi Aisyiah (Istri Muhammad yang dinikahi sebelum baligh). Aku menemukan cerita Elizabeth seperti yang ku kisahkan di atas dari buku yang ku baca ini pada bahasan Maryam. Buku ini buku Islam.

Sahabat kata, Aku dikaruniai sebuah pikiran, maka aku berasumsi dari apa yang aku baca dan aku dengar. Berikut asumsi dan kesimpulanku terkait riwayat Elizabeth pendamping Nabi Zakariya, ibu dari Nabi Yahya adalah wanita:
1. Setia, setia mendampingi Zakaria sepanjang hidupnya.
2. Sabar, sabar menanti buah cintanya hingga usia senja.
3. Solehah, tidak mencari pasangan lain untuk mendapatkan seorang putera.
4. Hebat, dirinya penguat orang hebat (Nabi Zakariya) dan lahir orng hebat (Nabi Yahya)

Sahabat kata, bukannya aku tidak memihak Islam dalam mengkaji namaku serta mengait-ngaitkan Injil di dalamnya. Seperti kita ketahui bersama bahwa ada Rukun Iman yang diajarkan kepada Muslim, salah satunya adalah Iman kepada Kitab-kitab Allah, dan Injil ada di dalamnya bukan? Maka dari itu ini sebuah wujudku untuk mengimani isi Injil dari usahaku menelaah namaku.

Aku berkesimpulan nama Elisabet yang melekat sebagai nama belakangku ini merupakan sebuah do’a agar aku menjadi orang yang Setia, Sabar, Solehah, dan Hebat seperti Elizabeth istri Zakariya, walaupun aku hanya wanita biasa yang belum sempurna akhlaknya dan masih berusaha untuk beres dengan diri sendiri. Aku bangga dengan namaku 🙂

 

Advertisements